Keuntungan dan Kerugian Globalisasi

Berkat adanya globalisasi, dunia menjadi lebih kecil dan lebih dekat. Globalisasi menarik negara-negara ke dalam dunia yang kompetitif. Sebuah perjalanan menuju kolaborasi telah mengubah dunia menjadi tempat global. Globalisasi mengintegrasikan perdagangan, teknologi, investasi, dan faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja dan modal.

Globalisasi menjadi subjek yang cukup diperdebatkan, mengingat beberapa orang yang berpendapat bahwa globalisasi ini memiliki banyak efek buruk pada masyarakat, sedangkan di lain sisi terdapat orang lain yang merasa justru sebaliknya. Untuk gambaran yang lebih jelas, mari kita lihat beberapa keuntungan dan kerugian globalisasi.

Keuntungan dari globalisasi

Pendidikan
Keuntungan yang sangat penting dalam hal pendidikan membantu adanya penyebaran pendidikan. Dengan berbagai lembaga pendidikan di seluruh dunia, seseorang dapat keluar dari negara asal untuk kesempatan belajar yang lebih baik di tempat lain. Dengan demikian, akan mengintegrasikan dengan budaya yang berbeda. Negara-negara berkembang adalah negara yang paling diuntungkan.

Lapangan kerja
Globalisasi dianggap sebagai salah satu keuntungan yang seharusnya menyebabkan perluasan kesempatan kerja. Perusahaan asing yang bergerak menuju negara-negara berkembang dapat memperoleh tenaga kerja. Hal ini jelas membuka lapangan kerja dan pendapatan bagi masyarakat di negara tuan rumah.

Kualitas produk
Terjadinya perdagangan internasional telah menyebabkan persaingan yang ketat di pasar. Kualitas produk menjadi ditingkatkan sehingga dapat mempertahankan penjualan barang. Rendahnya kualitas dapat mempengaruhi kepuasan konsumen.

Harga murah
Globalisasi telah membawa persaingan yang sangat berat. Karena ada produk yang bervariasi untuk dipilih, produsen mempertahankan penjualan dengan harga produk yang kompetitif. Ada kemungkinan bahwa setiap pelanggan dapat beralih ke produsen lain jika harga mahal. Oleh karena itu, harga yang terjangkau memiliki manfaat bagi konsumen.

Modal
Modal adalah tulang punggung perekonomian yang sangat penting bagi berfungsinya ekonomi. Banyak perusahaan besar asing yang berinvestasi di negara-negara berkembang dengan mendirikan unit industri di luar negara asal mereka. Inilah yang dimaksud dengan penanaman modal asing (Foreign Direct Investment) yang membantu dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di negara tuan rumah.

Komunikasi
Teknologi informasi telah memainkan peran penting dalam membawa negara lebih dekat satu sama lain dalam hal komunikasi. Setiap informasi menjadi lebih mudah diakses dari hampir setiap sudut di dunia. Sirkulasi informasi bisa terjadi dalam hitungan detik. Internet telah mempengaruhi ekonomi global, sehingga memberikan akses langsung ke informasi dan produk.

Transportasi
Transportasi adalah roda dari setiap organisasi bisnis, konektivitas ke berbagai belahan dunia merupakan masalah serius. Dengan berbagai jenis transportasi yang tersedia, maka dengan mudah dapat menghantarkan produk-produk ke pelanggan yang terletak di setiap bagian dari dunia. Selain itu, fasilitas infrastruktur lainnya seperti, distribusi, pasokan, dan logistik menjadi sangat efisien dan cepat.

Perdagangan internasional
Pembelian dan penjualan komoditas bukan hanya dua transaksi yang terlibat dalam perdagangan internasional. Perdagangan internasional telah memperluas cakrawala dengan bantuan proses bisnis outsourcing. Terkadang untuk berkonsentrasi pada segmen usaha tertentu memerlukan layanan outsourcing.

>>  Dampak Globalisasi Terhadap Lingkungan Hidup

Kerugian globalisasi

Masalah kesehatan
Globalisasi telah melahirkan risiko kesehatan dan memberikan ancaman dan tantangan baru untuk epidemi. Sebuah contoh yang sangat akrab adalah HIV dan AIDS. Virus ini telah menyebar seperti api ke seluruh dunia dalam waktu singkat. Makanan juga diangkut ke berbagai negara, dan ini adalah masalah yang menjadi perhatian. Peraturan standar kesehatan makanan yang berbeda di tiap-tiap negara dapat menimbulkan resiko bahaya kesehatan. Contoh kasusnya adalah saat Indomie dilarang masuk ke Taiwan, Hongkong, dan Amerika.

Kebudayaan
Secara konvensional, orang-orang dari negara tertentu mengikuti budaya dan tradisi dari zaman dahulu. Dengan sejumlah besar orang bergerak masuk dan keluar dari suatu negara, kebudayaan juga akan mengikuti. Orang mungkin beradaptasi dengan budaya negara lain. Mereka cenderung mengikuti budaya asing dan melupakan budaya mereka sendiri. Hal ini dapat menimbulkan konflik budaya, dalam contoh kasus di Indonesia, banyak orang Indonesia yang telah lupa pada budayanya sendiri karena menyerap unsur-unsur asing bahkan tidak bisa untuk menyaring budaya-budaya asing yang terkadang kurang sesuai dengan adat istiadat kehidupan di Indonesia berdasarkan budaya asli.

Distribusi yang tidak merata
Dapat dikatakan bahwa orang kaya semakin kaya sementara yang miskin semakin miskin. Dalam arti sebenarnya, globalisasi belum mampu untuk mengurangi kemiskinan. Oleh karena itu kesenjangan sosial antara si kaya dan miskin tampaknya menjadi jalan yang tidak pernah berakhir yang akhirnya menimbulkan ketimpangan, terutama di negara berkembang.

Kerusakan Lingkungan
Revolusi industri telah mengubah pandangan ekonomi. Industri yang menggunakan sumber daya alam dengan cara penambangan, pengeboran, dsb, yang memberikan beban pada lingkungan. Sumber daya alam yang menipis dan berada di ambang kepunahan. Deforestasi membuat keankeragaman hayati juga terancam punah. Hal ini pada menimbulkan ketidakseimbangan dalam lingkungan yang mengarah ke perubahan iklim dan terjadinya bencana, termasuk becana alam, penyakit menular, dsb.

Disparitas
Meskipun globalisasi telah membuka pasar ekonomi yang lebih luas dan lapangan kerja, masih ada perbedaan dalam perkembangan ekonomi. Perusahaan-perusahaan asing  bergerak ke negara-negara berkembang di mana tenaga kerja murah tersedia. Negara tuan rumah menghasilkan pendapatan yang kurang, dan bagian terbesar dari keuntungan jatuh ke tangan perusahaan asing. Mereka mendapat keuntungan sehingga menciptakan kesenjangan pendapatan yang besar antara negara maju dan negara berkembang.

Seperti koin yang memiliki dua sisi, globalisasi juga memiliki keuntungan dan kerugian.

, ,

Comments are closed.