Penyebab Depresi

Penyebab depresi terdiri dari beberapa kondisi. Beberapa faktor fisiologis, psikologis dan lingkungan berkontribusi terhadap penyebab depresi. Depresi adalah suatu kondisi medis yang banyak diderita orang di mana beberapa diantaranya tidak menyadari bahwa mereka menderita depresi.

Perasaan tak berdaya, putus asa, kesepian, dan kesedihan yang tidak normal, bisa menjadi tanda bahwa seseorang menderita depresi. Depresi ringan dapat dengan mudah berubah menjadi kondisi serius yang disebut depresi klinis, yang membutuhkan pengobatan dan terapi. Kondisi ini diyakini bersifat psikologis dan dapat berdampak pada sakit kepala.

Penyebab depresi

Fisiologis

Ketidakseimbangan biokimia
Ketidakseimbangan zat kimia dalam tubuh, terutama kurangnya fungsi yang tepat dari neurotransmiter dapat menyebabkan depresi. Ini adalah kondisi secara biologis sepenuhnya. Bahkan ketidakseimbangan hormon, seperti yang terjadi pada saat melahirkan dapat menyebabkan depresi. Hal ini dikenal dengan depresi postpartum.

Masalah fisik
Depresi dapat terjadi dari masalah fisiologis lainnya, seperti adanya penyakit alzheimer, penyakit parkinson, menopause, kanker, diabetes, penyakit jantung, dan hipotiroidisme.

Genetik
Dalam beberapa kasus, depresi adalah suatu kondisi yang hanya terjadi dalam gen, meskipun studi tentang gen yang menyebabkan depresi tidak lengkap. Sehingga hal ini belum tentu benar bahwa jika ada anggota keluarga menderita depresi, anda juga pasti akan menderitanya.

Jenis kelamin
Studi penelitian telah menunjukkan bahwa perempuan lebih rentan terhadap depresi dibanding laki-laki. Hal ini disebabkan karena perempuan lebih mungkin untuk merenungkan hal-hal yang tidak akan menguntungkan mereka, yang akhirnya menghasilkan perasaan tidak berdaya dan putus asa.

Penyalahgunaan zat
Beberapa orang mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan untuk menghilangkan gejala-gejala depresi yang mereka alami. Namun, apa yang mereka tidak sadari adalah, bahwa komsumsi  dalam jumlah besar zat-zat tersebut justru juga dapat menambah depresi.

Defisiensi gizi
Dalam beberapa kasus, kekurangan nutrisi seperti asam folat dan vitamin B12 dapat menjadi penyebab depresi.

Obat-obatan
Asupan beberapa obat dapat menyebabkan atau memperburuk depresi. Obat-obatan seperti obat tidur, obat untuk mengontrol tekanan darah, dan pil KB dapat menyebabkan depresi. Bahkan obat untuk mengontrol kecemasan, kadang-kadang dapat menyebabkan depresi.




Psikologis

Karakteristik
Orang-orang yang memiliki karakteristik tertentu seperti pesimisme, rendah diri, kecemasan, hipersensitivitas, takut ditolak, rasa isolasi dari yang lain, suatu superioritas dan inferioritas kompleks, dan perasaan tidak mampu, rentan untuk menderita depresi. Beberapa orang sangat tergantung pada orang lain untuk memenuhi kebutuhan emosional mereka. Hal ini menyebabkan mereka untuk mengembangkan harapan yang tinggi dari orang lain. Ketika orang lain tidak dapat memenuhi harapan tersebut, maka akan menyebabkan depresi karena rendah diri.

Pemikiran irrasional
Karena kesalahan dalam berpikir seperti menyalahkan diri sendiri atas ketidakberuntungan mereka, dan salah mengartikan setiap fakta dengan cara yang lebih lanjut akan menurunkan harga diri, orang mungkin berada di jalan menuju depresi. Kesalahan dalam penilaian dan pemikiran membuat mereka untuk percaya bahwa masa depan mereka akan menjadi negatif sehingga mengakibatkan depresi.

>>  Cara Mengatasi Depresi dengan Alami

Keputus asaan
Orang mulai menganggap bahwa mereka tidak dapat mengendalikan lingkungan dan kondisi mereka, menganggap bahwa mereka dimaksudkan untuk menangani peristiwa malang dan menyedihkan sepanjang hidup mereka. Ini membuat pikiran untuk mengarahkan mereka agar percaya bahwa tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk mengubah keadaan mereka, itulah sebabnya mereka tidak membuat usaha apapun untuk melakukannya. Hal ini menyebabkan pesimisme dan apatis, dan akhirnya depresi.

Stres
Diantara beberapa masalah kesehatan yang disebabkan karena stres, depresi adalah salah satunya. Stres emosional dan fisik yang berkepanjangan akhirnya mengarah ke depresi, karena merasa tidak berdaya untuk menghadapinya.

Lingkungan

Kehilangan
Hilangnya orang yang dicintai merupakan penyebab depresi. Hal ini bisa jadi karena kematian orangtua, atau perceraian yang memaksa seorang anak untuk mengalami kerugian seperti itu. Kadang-kadang kehilangan barang, hewan, bahkan putus cinta juga dapat menyebabkan depresi.

Kegagalan
Ketika orang percaya bahwa mereka telah gagal dalam hidup, seperti dalam suatu hubungan, pekerjaan, atau prestasi akademik di sekolah, hal itu dapat menyebabkan depresi. Kegagalan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah mereka tetapkan, menyebabkan mereka cemas dan depresi. meskipun dalam beberapa kasus orang cenderung menetapkan tujuan yang tinggi atau tujuan yang tidak bisa diraih dalam waktu yang singkat. Hal ini mulai menyakiti ego dan menghasilkan kebencian pada diri sendiri.

Peran sosial
Tuntutan dalam hidup dan kurangnya kemampuan untuk melakukannya sering menyebabkan depresi. Khususnya di kalangan anak-anak dan remaja, tuntutan untuk tampil baik di sekolah dan menjadi anak yang sempurna dapat menyebabkan stres, yang mengarah ke depresi.

Depresi dapat diobati dengan bantuan obat-obatan yang mencakup antidepresan, psikoterapi, dan konseling. Semakin cepat depresi didiagnosis, maka pengobatan berjalan semakin efektif. Setiap jenis pengobatan untuk depresi harus didukung oleh orang yang dicintai. Ketika seseorang yang mengalami depresi tahu bahwa ada seseorang yang selalu ada sepanjang waktu untuknya, tidak peduli apapun situasinya, dia akan mulai merasa lebih baik. Tentu saja, terapi yang tepat dan pengobatan pasti penting untuk mengobati depresi berat. Namun, keajaiban cinta dan dukungan tidak dapat ditandingi oleh bentuk lain dari pengobatan.

 
  Incoming Keywords: depresi putus sekolah, faktor penyebab depresi, kenapa seseorang bisa depresi, penyebab depresi, penyebab terjadinya depresi, psikologi putus asa, tuliskan penyebab utama dari depresi

,

Comments are closed.