Penyakit Buta Warna

Penyakit buta warna adalah ketidakmampuan untuk melihat warna dan membedakan warna-warna. Ini merupakan kekurangan yang terlihat pada manusia, dimana seseorang tidak dapat membedakan antara warna-warna tertentu. Hal ini sebagian besar disebabkan karena unsur genetik atau mungkin disebabkan karena menurunnya kemampuan mata, otak atau saraf. Buta warna juga dikenal dengan istilah ‘Daltonism’.

Buta warna

Retina manusia adalah lapisan bagian dalam dari mata yang sensitif terhadap cahaya. Ini berisi dua jenis sel cahaya yaitu sel batang dan

tes buta warna

tes buta warna

kerucut. Sel-sel batang aktif dalam sedikit cahaya sedangkan sel kerucut berperan pada cahaya normal. Ada tiga jenis kerucut, masing-masing berisi pigmen yang berbeda. Masing-masing dari tiga jenis kerucut berperan atas persepsi pada salah satu warna merah, hijau atau biru. Warna yang berbeda dirasakan ketika berbagai jenis kerucut dirangsang pada tingkat yang berbeda.

Penyebab buta warna

  • Penyebab buta warna timbul dari sekitar 19 kromosom dan gen yang berbeda. Gen yang berperan pada warna sebagian besar ditemukan pada kromosom X. Oleh karena itu buta warna lebih sering terjadi pada pria dibandingkan pada wanita.
  • Buta warna bisa diperoleh di masa kecil atau dewasa. Buta warna dapat stasioner atau progresif. Pada kasus buta warna akut, orang tersebut mungkin akhirnya menjadi benar-benar buta.
  • Sindrom bayi terguncang adalah penyebab lain buta warna. Kecelakaan dapat membahayakan retina atau otak yang akhirnya menyebabkan buta warna.
  • Paparan radiasi ultraviolet dapat merusak retina dan menyebabkan buta warna. Ini adalah penyebab utama kebutaan warna pada anak-anak.

Jenis buta warna

Seringkali, seseorang tidak dapat membedakan antara warna kuning, merah dan hijau. Tipe lain dari buta warna adalah masalah dalam membedakan antara warna biru dan kuning. Jenis paling langka dari buta warna adalah monochromacy, dunia hitam dan putih untuk orang dengan kondisi tersebut. Monochromacy terlihat dalam dua bentuk yang berbeda yaitu Rod monochromacy dan Cone monochromacy.

Rod monochromacy
Retina tidak terdapat sel kerucut. Orang dengan monochromacy menghadapi masalah dalam penglihatan normal pada intensitas cahaya normal.
Cone monochromacy
Ini adalah orang yang memiliki hanya satu jenis kerucut sehingga tidak dapat membedakan antara warna.
Protanopia
Tidak bisa membedakan warna pada bagian hijau kuning merah.
Deuteranopia
Hampir sama dengan protanopia, kekurangan sel kerucut. Penurunan persepsi warna yang terang.
Tritanopia
Ini tidak dapat membedakan antara warna di bagian biru kuning.

Tes buta warna – ishihara adalah cara untuk mendiagnosis seseorang menderita buta warna. Angka yang terbentuk dari titik-titik warna tertentu digambarkan pada latar belakang berwarna berbeda. Desain sedemikian rupa hanya dapat dikenali oleh mereka yang memiliki penglihatan warna normal. Mereka dengan gangguan dalam warna tidak dapat mengidentifikasi objek yang ditunjukkan dalam penggambaran.

Orang dengan buta warna sulit untuk mengidentifikasi kode warna. Mereka menemukan masalah dalam membaca peta dengan warna merah dan hijau. Beberapa penderita buta warna tidak dapat mengidentifikasi warna garis tipis sementara mereka mampu mengenali warna dalam jumlah yang lebih besar. Mereka dengan gangguan penglihatan warna memiliki masalah dalam membedakan lampu sinyal dan rambu lalu lintas berwarna merah, hijau, atau kuning. Di lain sisi, seorang buta warna diyakini menjadi pemburu yang baik dalam melihat sasaran. Hal ini sama sekali tidak menghentikan mereka untuk menjalani hidup secara normal.

 
  Incoming Keywords: apa yang di maksud buta warna, apakah buta warna disebabkan kecelakaan, buta warna, ketidakmampuan orang membedakan karna disebabkan karna kelainan mata yaitu, minyak jaitun butawarna, sel yg berperan dalam buta warna, tes buta warna sulit

, ,

Comments are closed.