Cerita Vampir Menjadi Mitos Tentang Makhluk Penghisap Darah

Cerita vampir telah menghantui manusia selama ribuan tahun. Mitos vampir telah ada sejak berabad-abad yang lalu di hampir setiap penjuru dunia. Vampir dianggap sebagai hantu, roh jahat, penyihir, atau setan yang hidup dengan menghisap darah manusia. Vampir juga digambarkan sebagai manusia yang mati dengan cara tidak wajar, muncul dari dalam kuburan mereka di malam hari untuk meminum darah manusia guna mendapatkan kehidupan dan kekuatan. Makhluk kegelapan ini mempunyai taring untuk menghisap darah manusia.

Cerita tentang legenda vampir muncul dalam berbagai budaya bangsa, dan tidak ada yang tahu persis bagaimanakah mitos dari makhluk haus darah ini muncul. Vampir dapat diketemukan dalam dongeng Persia, Cina, Aztec, India, Malaysia, Polinesia, dsb.  Namun, diyakini bahwa mitos vampir berasal dari Eropa. Mitologi Yunani dan Romawi memiliki cerita tentang seorang dewi, yang menyamar sebagai manusia untuk minum darah makhluk hidup. Cerita ini memicu mitos adanya vampir, yang akhirnya menyebar ke negara-negara dan budaya di seluruh dunia.

Teori yang memperkuat keyakinan masyarakat Eropa akan vampir dimulai pada abad ke-11. Pada waktu itu, diyakini bahwa orang yang melakukan bunuh diri, atau mereka yang dikucilkan oleh gereja, kemungkinan besar akan menjadi vampir. Mitos vampir tidak pernah berhenti melainkan berevolusi setiap abad, sehingga meningkatkan rasa takut pada orang.

Gagasan di balik keberadaan vampir telah ada selama berabad-abad, di mana bukti gagasan ini pertama kali muncul secara rinci dalam sastra Jerman dan Perancis. Kata vampir diciptakan dari kata vampyre dalam bahasa Perancis, dan dalam bahasa Jerman disebut vampir. Ada suatu masa ketika gagasan cerita tentang vampir yang berkeliaran di jalanan adalah keyakinan yang kuat diantara warga kota selama awal abad ke-18 di Eropa tenggara. Orang-orang menjadi ketakutan dengan orang yang mereka dicurigai sebagai vampir penghisap darah, mengeksekusi mereka dan mati. Mereka percaya bahwa vampir adalah reinkarnasi dari penyihir, orang jahat, atau korban bunuh diri.

>>  Aplikasi Mirip Instagram Sebagai Alternatif

Mitos cerita vampir

Ada seputar mitos terkait dengan cerita vampir, di mana para ahli dan orang-orang yang pernah melakukan penelitian yang luas dapat menjamin fakta bahwa vampir hanyalah makhluk mitologis.

Cermin
Mitos ini adalah di mana vampir tidak bisa melihat bayangan mereka sendiri di cermin. Keyakinan ini berasal dari fakta akan suatu keyakinan bahwa mayat orang mati tidak diperbolehkan berada di hadapan atau di dekat cermin.

Darah
Beberapa orang mengatakan bahwa vampir meminum darah untuk memberikan energi. Ada banyak penyakit yang terkait dengan kelainan darah. Meminum darah bukanlah jawaban untuk mendapatkan energi secara cepat. Mereka yang menderita kelainan darah berpikir bahwa dengan meminum darah akan membantu dengan kondisi mereka.

Malam hari
Vampir selalu tidur di siang hari dan muncul pada waktu malam hari.

Awet muda
Keabadian tentang vampir telah digambarkan dalam banyak film dan buku, membuat mitos ini semakin terlihat klasik.

Taring
Vampir dikaitkan dengan kelelawar. Perumpamaan yang digambarkan dengan taring tajam dan ketidakmampuan untuk tidur di malam hari, telah memicu mitos tanpa akhir.

Cahaya matahari
Mitos bahwa vampir sensitif terhadap cahaya matahari adalah hanya omong kosong, di mana kondisi kulit pada orang-orang tertentu juga dapat sensitif terhadap cahaya matahari.

Cerita vampir telah menghibur banyak orang dan juga menakutkan selama berabad-abad. Dengan munculnya industrialisasi, takhayul vampir mulai memudar. Sumber utama yang membawa kembali mitos vampir adalah sastra. Cerita vampir adalah romantisme yang memperkenalkan vampir dalam tulisan, dan menceritakan tentang makhluk penghisap darah yang juga menjadi makhluk erotis, menawan, dan menggoda orang untuk menghisap darah mereka. Cerita Bram Stoker’s Dracula menjadi novel dan film vampir yang paling sukses dalam cerita tentang sejarah vampir.

, ,

Comments are closed.